news

Oknum  Polisi Coba Halangi Wartawan saat Hendak Meliput Dugaan  Korupsi  Pembangunan  Masjid  Agung Melawi

penulis: Admin | 24 July 2019 11:12 WIB
editor:


Bangunan Masjid  Agung  Kabupaten  Melawi, sebesar Rp13 Miliar Bansos  APBD Kabupaten  Melawi beberapa  tahun  lalu. (Foto: Jhon)
Bangunan Masjid  Agung  Kabupaten  Melawi, sebesar Rp13 Miliar Bansos  APBD Kabupaten  Melawi beberapa  tahun  lalu. (Foto: Jhon)

Melawi (Kalbar), Kejarfakta.co -- Sejumlah  orang yang  diduga  penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Bareskrim Polri dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sejak sepekan  ini telah  berada  di Kabupaten Melawi Nanga Pinoh terus  menjadi  perbincangan

Berdasarkan, informasi  yang  berkembang  di tengah  masyarakat Melawi nanga Pinoh  di duga kuat keberadaan  Mereka di Melawi terkait penanganan  kasus dugaan korupsi penyimpangan pelaksanaan Pembangunan Masjid  Agung  Kabupaten  Melawi, sebesar Rp13 Miliar Bansos  APBD Kabupaten  Melawi beberapa  tahun  lalu.

Persisnya, Selasa (23/7/19) pagi di dampingi  oleh sejumlah  personil dari  kepolisian  resort  Melawi tampak beberapa  orang  yang diduga  dari  KPK dan  BPK melakukan  pengecekan fisik rangka  bangunan  Masjid  Agung  Melawi.

Sayang nya, dalam kegiatan tersebut, tidak mengikut sertakan  awak  media, saat salah satu rekan  awak  media  hendak  menghampiri orang-orang tersebut, spontanitas  salah satu  oknum  anggota  Polres  Melawi  mencoba  nenghalang halangi, terkesan  menutup-nutupi kegiatan tersebut.

Sempat terjadi adu mulut antara  salah  satu  awak  media online, Jhon dengan oknum  anggota  Intel  Polres Polres Melawi, yang  di ketahui  bertugas  di  satuan  intelkam  Polres  Melawi, namun  dapat  dilerai oleh  Kasat  Rekrim  Polres  Melawi  AKP  Primas, saat  tengah  berada  di  lokasi bangunan  Masjid  Agung bersama orang- orang  tersebut. Awak media  yang  sedianya  ingin meliput  dan  mengambil foto  juga  sempat  akan dihalang-halangi.

Merasa  kesal  dan kecewa  atas  perlakuan kedua oknum, awak media, (Jhon) langsung  beranjak  pergi  neninggal kan orang orang  yang  diduga tengah  melakukan  pengecekan indikasi  Korupsi  pada  fisik  bangunan Masjid  Agung.

Atas kejadian  tersebut awak media berencana  akan  melaporkan pelecehan itu  kepada  pimpinan  redaksinya  dan  ke  Dewan Pers, karena  telah melecehkan  profesi  wartawan, sebagaimana di atur  oleh undang undang  Perss  Nomor  40 Tahun  1999 Tentang  Pers dan  tugas-tugas  pokok wartawan.

Seperti dikutip dari suara.com, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, terkait kasus pembangunan Masjid Agung Melawi penyidikan telah dilakukan sejak 2016.

Febri menyebut KPK mendapat mandat undang-undang, KPK pun membantu pertemuan penyidik Polri dan BPK RI serta memberikan bantuan yang diinginkan seperti menyiapkan ahli serta dukungan lain yang dibutuhkan.

Dia mengatakan, koordinasi dan supervisi ini dilakukan sebagai bentuk membantu penyelesaian korupsi yang tengah dilakukan penyidikan, yang mengalami hambatan.

"Ini bagian mengumpulkan alat bukti serta proses perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor BPK RI," ujar Febri.

Penetapan status tersangka kepada pihak yang melakukan dugaan korupsi itu bakal dilakukan melalui sejumlah tahapan sesuai dengan hukum acara yang berlaku.

Dalam rapat saat itu dihadiri Tim Satgas Penindakan Koordinasi Wilayah IV KPK, Kasubdit Tipidkor Polda Kalbar AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, dua petugas Bareskrim; AKBP Sumarni dan AKBP Sugiyanto, serta tim auditor dari BPK-RI. (Jhon)

Tag : #KPK#BPK#Bareskrim Polri