news

Temanggung Adat Dayak Kabupaten Melawi Minta Kapolda dan Pangdam Menindak Tegas Oknum Aparat Bekingi Kayu Ilegal

penulis: Admin | 13 August 2019 07:38 WIB
editor:


Temanggung Adat Dayak Kabupaten Melawi Semiun Ujek
Temanggung Adat Dayak Kabupaten Melawi Semiun Ujek

Melawi, Kalbar, Kejarfakta.co - Maraknya pembalakan kayu secara liar di sejumlah kawasan hutan di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, diduga dibekengi dan dikawal oleh sejumlah oknum Aparat di daerah tersebut. Tudingan ini dilontarkan oleh Wakil ketua Lembaga LP KPK Kabupaten Melawi Hery harjomo, dalam suatu perbincangan di salah satu Warkop di bilangan Pasar Nanga Pinoh, Senin (12/8/19) Pagi.

"Ada sejumlah oknum aparat di duga kuat terlibat dalam perdagangan kayu hasil pembalakan secara liar di Melawi ini,” ungkap Herry sapaan akrabnya.

Her Harjomo juga mengungkapkan, terkait dugaan keterlibatan oknum Aparat dalam persoalan Kayu ilegal tersebut, dia Meminta kepada puncuk pimpinan Polisi dan TNI di Kalimantan Barat, Khususnya Kapolda dan Panglima Kodam Tanjung Pura untuk menindak tegas Oknum - Oknum anggotanya tersebut.

Ia juga mengatakan, penegakan hukum terhadap sejumlah aksi pembalakan hutan lindung oleh aparat kepolisian di wilayah hukum polres Melawi di nilai sangat lemah. Padahal, kegiatan pembalakan liar di sejumlah wilayah Desa di Kecamatan Perhuluan terjadi secara terang-terangan dan telah merusak sejumlah kawasan hutan lindung

"Saya minta Kapolda Kalimantan Barat dan Pangdam XII Tanjung Pura dapat menindak tegas Oknum anak buahnya yang terlibat dalam pembalakan kayu ilegal di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang Masa ada banyak polisi di sana, tapi sangat tinggi sekali pembalakan liar, Apa Polisi di Sana Tidur," sindirnya.

Salah satu contoh nyata, kayu kayu ulin olahan Square Red, dari Desa Tontang Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang di bawa menggunakan Motor air melaui sungai Melawi dengn kapasitas bobot muatan 200 hingga 400 Batang kayu ulin ukuran 9x9 cm panjang 4 meter dan di musim kemarau seperti ini kayu kayu ulin ilegal tersebut di angkut melalui jalan darat, menggunakan Truk di bawa ke Kabupaten Melawi dan keluar Kabupaten, seperti Sintang dan Kapuas Hulu di jual.

Tak hanya dari dari Desa tontang Kecamatan Serawai, Kayu yang di duga kuat ilegal hasil pembalakan seperti ulin dan jenis kayu kelas 2 lainnya juga rutin keluar dari kecamatan Sokan dan Kecamatan Sayan, melalui jalan koridor Perusahan HPH dan dari Kawasan perusahan perkebunan Kelapa Sawit, ungkap ungkap Herry Harjomo.

Hal serupa juga di ungkapkan oleh Temenggung adat dayak Kabupaten Melawi Semiun Ujek. " Jika masalah ini ingin di tuntaskan,Pihak kepolisian jangan tebang pilih dan tanpa terkecuali,kepada siapa saja yang terbukti melakukan pembalakan Sesuai aturan Undang undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan,” katanya.

"Beberapa waktu lalu, saya lihat sendiri dengan Mata kepala saya langsung sejumlah tumpukan Kayu di halaman rumah salah satu oknum Polisi,sementara jika masyarakat yang bekerja menebang dan mengolah kayu di hutan hanya untuk bertahan hidup di larang dan di tangkap di mana letak keadilan itu.

Terkait maraknya peredaran kayu ilegal di duga kuat melibatkan sejumlah oknum Aparat, atas nama ketemengungan Kabupaten Melawi dirinya meminta Kepada aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas kepada siapa pun yang coba bermain dengan kayu ilegal hasil pembalakan hutan lindung terutama untuk kayu jenis ulin yang sama sekali tak ada ijin nya dan sangat bertentangan dengn Undang undang tanpa terkecuali harap nya. (Jon/red).

Tag : #Temanggung Adat Dayak #Kabupaten Melawi#Kalbar